PANTURAINSIDE.COM, SLAWI – Lebih dari 120 perantau asal Kabupaten Tegal yang tergabung dalam komunitas Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT) menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar di Slawi pada Selasa, 24 Maret 2026. Acara tersebut berlangsung di Warung Makan Spesial Sambel Procot dan menjadi momen berharga bagi para anggota untuk memperkuat ikatan kekeluargaan setelah sekian lama terpisah jarak.
Para peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari wilayah Tegal, tetapi juga dari kawasan Jabodetabek. Momentum mudik Lebaran dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk bertemu secara langsung, mengingat selama ini interaksi lebih banyak dilakukan melalui media daring, khususnya grup Facebook komunitas SLKT.
Kegiatan halal bihalal ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan setiap momen Lebaran. Selain sebagai ajang temu kangen, acara ini juga memiliki tujuan penting dalam mempererat solidaritas serta memperluas jaringan sosial antarperantau yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di ibu kota dan sekitarnya.
Ketua panitia, Sucipto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen komunitas dalam menjaga kebersamaan antaranggota. Ia menegaskan bahwa SLKT secara konsisten mengadakan pertemuan rutin sebagai upaya untuk menjaga komunikasi, mempererat hubungan, serta menjadi wadah berbagi pengalaman di antara para anggota.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan keakraban. Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan pertemuan tersebut, mulai dari permainan interaktif yang melibatkan peserta, pembagian doorprize, hingga penyaluran santunan kepada anggota yang membutuhkan. Kehadiran kegiatan-kegiatan tersebut semakin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di dalam komunitas.
Di sisi lain, pendiri SLKT, Wildan Hermawan, menjelaskan bahwa komunitas ini dibentuk sebagai sarana pemersatu bagi para perantau asal Tegal. Ia menilai keberadaan SLKT mampu menjembatani kebutuhan anggota untuk tetap terhubung dengan sesama perantau, meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota mulai dari pedagang, pengusaha kuliner, sopir, hingga pekerja pabrik itu justru menjadi kekuatan utama dalam membangun jejaring yang solid. Komunitas ini juga memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, baik dalam hal berbagi informasi pekerjaan, peluang usaha, maupun dukungan sosial selama menjalani kehidupan di perantauan.
Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan hubungan antarperantau asal Tegal semakin erat dan harmonis. Selain itu, SLKT diharapkan terus berperan sebagai jembatan sosial yang mampu memberikan manfaat luas bagi para anggotanya di berbagai daerah.(*)






















