PANTURAINSIDE.COM, BREBES – Memasuki hari keempat setelah Lebaran atau H+4 pada arus balik 2026, kondisi lalu lintas di jalur Pantura yang melintasi wilayah Brebes, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan kepadatan yang cukup tajam. Volume kendaraan yang melintas mengalami lonjakan signifikan, dengan dominasi pemudik pengguna sepeda motor yang bergerak dari arah timur menuju Jakarta.
Hasil pantauan di lapangan pada Rabu siang, 25 Maret 2026, memperlihatkan antrean kendaraan yang mulai mengular di sejumlah titik penting. Salah satu lokasi yang mengalami kepadatan cukup tinggi adalah persimpangan lampu merah Jalingkut yang berada di Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba. Dibandingkan hari sebelumnya, arus kendaraan di titik ini terpantau jauh lebih padat.
Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlihat di jalur arteri Pantura. Para pemudik tampak melakukan perjalanan secara berombongan, memadati ruas jalan utama. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat memilih jalur alternatif non-tol untuk kembali ke kota tujuan mereka.
Sementara itu, arus lalu lintas dari arah barat atau Jakarta menuju wilayah timur seperti Tegal dan Semarang juga tidak kalah padat. Kendaraan roda empat, bus antarkota, hingga angkutan barang mendominasi jalur tersebut. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan rekayasa lalu lintas berupa penerapan sistem satu arah (one way) di ruas tol yang mengarah ke Jakarta.
Dengan diberlakukannya sistem one way, kendaraan dari arah barat yang hendak menuju ke timur tidak dapat melintas melalui jalan tol. Akibatnya, kendaraan-kendaraan tersebut dialihkan ke jalur Pantura, sehingga meningkatkan beban lalu lintas di jalur arteri secara signifikan.
Selain faktor rekayasa lalu lintas, kepadatan juga dipicu oleh mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat setelah perayaan Lebaran. Salah satu titik yang turut memperparah kondisi adalah kawasan Pasar Bulakamba. Aktivitas pedagang yang meluas hingga ke bahu jalan menyebabkan penyempitan ruas, sehingga arus kendaraan menjadi tersendat.
Akumulasi dari berbagai faktor tersebut berdampak pada perlambatan arus kendaraan di kedua arah. Bahkan, di beberapa titik rawan, sempat terjadi antrean panjang yang cukup mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik.
Berbeda dengan kondisi di jalur arteri, ruas Tol Pejagan–Brebes justru tetap terpantau ramai namun masih relatif lancar. Penerapan sistem satu arah di ruas tol ini dinilai cukup efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang menuju Jakarta.
Oleh karena itu, instansi terkait diharapkan dapat terus meningkatkan pengawasan serta melakukan pengaturan lalu lintas secara maksimal, khususnya di titik-titik rawan kemacetan seperti persimpangan dan area pasar. Langkah ini penting guna memastikan arus balik Lebaran 2026 tetap berjalan aman dan lancar.(*)






















