PANTURAINSIDE.COM, TEGAL – Perum Bulog Cabang Tegal memastikan persediaan beras dan minyak goreng di wilayah Tegal hingga Brebes dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman, setelah mengikuti rapat koordinasi lintas sektor bersama Kodim, Dinas Pertanian, serta Dinas Perdagangan dari wilayah Tegal, Batang, dan Brebes pada Senin (23/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama yang dibahas adalah menjaga kestabilan harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Selain itu, Bulog juga menyiapkan langkah strategis untuk menyerap gabah petani menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret.
Agung menyampaikan bahwa Bulog Tegal saat ini memiliki cadangan beras sekitar 61 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi beras SPHP terus dilakukan melalui pasar tradisional, jaringan pedagang, serta kegiatan pangan murah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Selain untuk stabilisasi harga, stok beras juga dipersiapkan guna mendukung program bantuan pangan yang akan segera dilaksanakan setelah petunjuk teknis dari pemerintah diterbitkan. Dalam program tersebut, jumlah penerima manfaat di wilayah Tegal meningkat signifikan, dari sekitar 600 ribu menjadi satu juta orang. Setiap penerima dijadwalkan memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan selama dua bulan. Untuk mendukung program ini, Bulog telah menyiapkan sekitar 20 ribu ton beras dan 4 juta liter minyak goreng.
Dari sisi minyak goreng, Bulog Tegal mencatat ketersediaan saat ini mencapai sekitar 272 ribu liter. Sepanjang Januari hingga Februari, sekitar 500 ribu liter minyak goreng telah disalurkan kepada para pedagang pengecer. Ketersediaan pasokan dinilai tetap terjaga berkat kebijakan pemerintah yang mewajibkan sekitar 35 persen produksi minyak goreng nasional dialokasikan melalui BUMN.
Bulog juga berkomitmen untuk menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Penyerapan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI dan Dinas Pertanian guna memetakan wilayah panen, sehingga proses pembelian gabah dapat berjalan maksimal. Gabah yang telah dibeli kemudian diolah oleh mitra penggilingan dan disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Cadangan tersebut tidak hanya digunakan untuk menjaga stabilitas pangan, tetapi juga untuk kebutuhan darurat, termasuk penanganan bencana. Sejumlah wilayah seperti Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal telah mengajukan bantuan CBP dan mendapatkan persetujuan dari Badan Pangan Nasional. Penyaluran bantuan di Kota Pekalongan mencapai 12 ton pada tahap pertama dan 52 ton pada tahap kedua. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan menerima 9 ton, Kabupaten Pemalang 13 ton, dan Kabupaten Tegal 12 ton.
Selain memastikan distribusi, Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufik, bersama dinas terkait, Satgas Pangan Polres, dan Kodim juga melakukan pengecekan harga di pasar tradisional serta ritel modern di Kota Tegal pada Selasa (24/2/2026). Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu beras medium Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.700 per liter.
Melalui kerja sama lintas instansi ini, Bulog optimistis ketersediaan serta stabilitas harga pangan di wilayah Tegal dan sekitarnya akan tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.(*)






















