PANTURAINSIDE.COM – Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkokoh kolaborasi antara ulama dan umaro melalui agenda Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Fajrul Arifin, Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Rabu (25/2/2026). Kegiatan di bulan suci ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, menyampaikan arah kebijakan pembangunan, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat.
Acara diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah serta pengajian Ramadan yang berlangsung penuh kekhusyukan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pejabat struktural dan pimpinan perangkat daerah Pemkab Tegal, unsur Forkopimda, PCNU Kabupaten Tegal, Baznas Kabupaten Tegal, Forkopimcam Warureja, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Mewakili Bupati Tegal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tegal, Suspriyanti, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat warga Warureja. Ia juga memohon pengertian karena Bupati Tegal tidak dapat hadir secara langsung lantaran menjalankan agenda Tarhim di lokasi lain.
Dalam sambutannya, Suspriyanti menegaskan bahwa Tarhim bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, melainkan media strategis untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, pemerintah berupaya menjaga kekuatan sinergi ulama dan umaro sekaligus menyerap aspirasi warga agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.
Ia menambahkan, pembangunan di Kabupaten Tegal tidak semata berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek sosial dan spiritual. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program prioritas, di antaranya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.500 marbot masjid di 277 desa serta pemberian hibah insentif kepada 9.318 guru keagamaan dengan total anggaran sekitar Rp16 miliar.
Sementara itu, Camat Warureja yang mulai menjabat sejak awal Januari 2026 mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia menekankan pentingnya semangat ta’liful qulub atau pendekatan hati antara pemimpin dan masyarakat, serta penguatan budaya gotong royong dalam membangun daerah.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Tegal juga menyampaikan keprihatinan terhadap warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, yang terdampak bencana tanah bergerak dengan jumlah terdampak lebih dari 2.000 jiwa. Pemerintah daerah memastikan percepatan penanganan darurat dan penyediaan hunian sementara sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, kegiatan Tarhim diakhiri dengan penyaluran santunan kepada anak yatim piatu. Melalui momentum ini, Pemkab Tegal berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan persatuan masyarakat terus terpelihara demi terwujudnya Kabupaten Tegal yang “Luwih Apik”.(*)






















