PANTURAINSIDE.COM – Perjalanan mudik yang semula berjalan lancar berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Arif Irawan (37) bersama istri dan anaknya pada Minggu malam (22/3/2026). Saat dalam perjalanan menuju Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mereka justru tersesat setelah memasuki jalur yang tidak dikenal di kawasan hutan Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.
Awalnya, perjalanan keluarga ini berlangsung tanpa kendala berarti. Namun situasi mulai berubah ketika Arif memutuskan melewati rute alternatif yang diambil dari aplikasi peta digital. Harapannya, jalur tersebut dapat memangkas jarak tempuh sekitar empat kilometer. Sayangnya, pilihan itu justru membawa mereka ke wilayah perbukitan dan hutan yang minim penerangan serta jauh dari permukiman warga.
Kondisi semakin sulit ketika hujan turun dan membuat jalanan tanah di kawasan tersebut menjadi licin dan berlumpur. Sepeda motor yang mereka gunakan pun mengalami selip saat mencoba berbalik arah, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun kembali ke jalur sebelumnya. Dalam kondisi gelap dan penuh ketidakpastian di tengah hutan, Arif akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan.
Beruntung, di lokasi tersebut masih tersedia sinyal telepon. Arif kemudian menghubungi layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Bodeh.
Kapolsek Bodeh, Iptu Santosa, menyampaikan bahwa pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengirimkan petugas ke lokasi. Proses pencarian dan evakuasi pun dilakukan dengan cepat meskipun medan yang dihadapi cukup berat. Petugas harus menembus jalur hutan dan perbukitan yang licin akibat hujan.
Setelah ditemukan, Arif beserta keluarganya langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka kemudian dibawa ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat dan memulihkan kondisi setelah mengalami situasi yang cukup menegangkan.
Sementara itu, sepeda motor yang sempat tertinggal di lokasi juga menjadi perhatian petugas. Proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan bantuan warga sekitar secara gotong royong. Kondisi jalan yang berlumpur membuat proses tersebut tidak mudah, namun berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat, kendaraan akhirnya berhasil dikeluarkan dari kawasan hutan.
Iptu Santosa mengungkapkan rasa syukur karena seluruh proses evakuasi berjalan dengan lancar tanpa adanya korban. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan situasi darurat.
Setelah seluruh proses selesai, petugas kepolisian tidak hanya berhenti pada tahap evakuasi. Mereka juga mengantarkan Arif dan keluarganya hingga tiba dengan selamat di tujuan akhir mereka di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pekalongan.
Dalam keterangannya, Arif mengaku bahwa sebelumnya ia sempat beristirahat dan menunaikan salat magrib di Desa Pabuaran sebelum melanjutkan perjalanan. Tanpa disadari, jalur yang dipilih justru mengarah ke kawasan hutan yang asing baginya.
Ia juga mengakui bahwa keputusan menggunakan rute alternatif menjadi penyebab utama tersesat, meskipun sebenarnya ia telah mengetahui jalur utama menuju Pekalongan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam memilih rute perjalanan, terutama saat kondisi malam hari dan cuaca tidak mendukung.
Sesampainya di tujuan dengan selamat, Arif menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Bodeh Polres Pemalang, atas respons cepat dan bantuan yang diberikan.
Menurutnya, tanpa pertolongan petugas, situasi yang dialami bersama keluarganya bisa saja menjadi lebih berbahaya. Ia pun merasa sangat terbantu dengan kehadiran polisi yang sigap dan didukung oleh warga setempat dalam proses evakuasi tersebut.






















