PANTURAINSIDE.COM, SLAWI — Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan publik setelah berakhirnya libur Idulfitri 1447 Hijriah. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat memimpin apel gabungan yang sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Rabu (25/03/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti pentingnya menjadikan momen usai Lebaran sebagai titik awal untuk membangun kembali semangat kerja aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai bahwa suasana batin yang lebih tenang setelah berkumpul bersama keluarga selama hari raya dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa sikap dasar seperti senyum, salam, dan sapa harus menjadi budaya kerja yang terus diterapkan oleh ASN. Menurutnya, pendekatan pelayanan yang ramah dan humanis merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional serta mampu memenuhi harapan masyarakat.
Lebih jauh, Bupati mengaitkan kualitas pelayanan aparatur dengan capaian pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa kinerja birokrasi yang responsif dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 5,97 persen, yang menjadi angka tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah tidak cepat berpuas diri atas capaian tersebut. Secara khusus, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diminta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai bagian dari langkah evaluasi yang berbasis data, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) saat ini tengah melaksanakan survei kepuasan masyarakat. Pelaksanaan survei ini melibatkan lembaga independen Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) untuk memastikan hasil yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bupati menjelaskan bahwa hasil survei tersebut nantinya akan digunakan sebagai tolok ukur dalam menilai kualitas pelayanan di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari tingkat kelurahan hingga pimpinan daerah. Dari hasil tersebut diharapkan dapat diketahui berbagai keunggulan sekaligus kekurangan yang perlu segera dibenahi.
Selain fokus pada evaluasi, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema penghargaan bagi ASN yang menunjukkan kinerja dan prestasi terbaik. Salah satu bentuk apresiasi yang direncanakan adalah pemberian beasiswa pendidikan lanjutan sebagai pengembangan dari program Beasiswa SaDeSa (Satu Desa Satu Sarjana).
Program ini dirancang tidak hanya untuk mendukung ASN yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga dapat dialihkan kepada keluarga atau lingkungan terdekat bagi ASN yang telah menyelesaikan pendidikan magister (S2). Kebijakan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, serta kontribusi nyata yang telah diberikan oleh para ASN.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat kerja sama, dan meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia optimistis bahwa pelayanan yang berkualitas, profesional, dan berintegritas tinggi akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.






















