PANTURAINSIDE.COM, BALAPULANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bergerak cepat dalam merespons dampak putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Danawarih dengan Desa Sangkanjaya di Kecamatan Balapulang. Bantuan kemanusiaan pun segera disalurkan kepada warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil yang mengalami kesulitan akses pasca kejadian tersebut.
Dua ibu hamil yang menjadi penerima bantuan adalah Siti Fitriyah dan Karopah. Keduanya menghadapi kendala serius dalam menjangkau layanan kesehatan akibat terisolasinya wilayah setelah jembatan ambruk. Sebagai bentuk kepedulian, PMI memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp500.000, paket perlengkapan bayi (baby kit), serta kebutuhan pokok sehari-hari untuk membantu meringankan beban mereka.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perangkat desa setempat serta perwakilan dari Kecamatan Balapulang. Lokasi penyerahan bantuan berada di sekitar area jembatan yang putus, sebagai simbol kehadiran nyata PMI di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Peristiwa ambruknya jembatan gantung tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 2 April 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Gung meningkat tajam hingga meluap dan menghantam konstruksi jembatan. Akibatnya, akses utama yang menghubungkan kedua desa tersebut terputus sepenuhnya.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak dari kejadian ini cukup besar bagi masyarakat sekitar. Aktivitas warga menjadi terhambat, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses cepat terhadap layanan kesehatan. Hal ini dirasakan langsung oleh Karopah yang harus menjalani proses persalinan dalam kondisi darurat.
Karopah melahirkan lebih awal dari perkiraan pada 6 April 2026 di Puskesmas Balapulang. Bayi perempuan yang dilahirkannya merupakan anak kelima dan diberi nama Alea Eva Kinanti. Meski menghadapi keterbatasan akses, proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu serta bayi dalam kondisi sehat.
Di sisi lain, Siti Fitriyah saat ini masih menanti kelahiran anak ketiganya yang diperkirakan berlangsung pada 15 April 2026. Ia juga menerima bantuan serupa sebagai bentuk dukungan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan selama masa kehamilan dalam situasi sulit.
Iman Sisworo menegaskan bahwa peran PMI tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warga terdampak. Menurutnya, kehadiran PMI di lokasi bencana diharapkan mampu memberikan semangat dan rasa kepedulian bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa PMI akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan. Jika diperlukan, bantuan tambahan akan kembali disalurkan, terutama selama akses penghubung antar desa masih belum dapat digunakan.
Hingga saat ini, jembatan yang menghubungkan Desa Danawarih dan Desa Sangkanjaya masih belum dapat dilalui. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya mobilitas warga, termasuk dalam mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi sehari-hari.
PMI Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap situasi darurat, khususnya bencana yang berdampak langsung pada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan PMI dalam memberikan perlindungan dan bantuan secara cepat, tepat, dan menyasar kelompok yang paling membutuhkan.(*)






















